Senin, 20 Juni 2016

Microsoft Corporation

Perusahaan Microsoft didirikan oleh William Henry Gates III atau yang lebih dikenal dengan nama Bill Gates, lahir pada tanggal 28 Oktober 1955 di Seattle, Washington, Amerika Serikat. Ayahnya, William Henry Gates II adalah seorang pengacara terkenal di kota tersebut. Sedangkan ibunya yang bernama Mary Maxwell adalah seorang direktur di salah satu perusahaan swasta ternama di kota itu juga.

Oracle

Kata Oracle sudah tidak asing lagi terdengar di telinga para pengguna dan pecinta perangkat lunak (software) khususnya yang berkenaan dengan sistem data (database).

Google

Google adalah sebuah perusahaan mesin pencari (search engine) yang ada dalam dunia internet. Perusahaan ini didirikan pada tahun 1998, yang tidak terlepas dari dua orang mahasiswa Ph.D yang saat itu kuliah di universitas Stanford. Kedua mahasiswa itu bernama Larry Page dan Sergey Brin. Orang pertama yaitu Larry Page, memiliki nama asli Lawrence Edward Page dan lahir pada tanggal 26 Maret 1973 di Michigan, Amerika Serikat. Orang inilah yang pertama kali mempunyai ide untuk membuat mesin pencari google.

Philip Morris

Philip Morris Indonesia merupakan cabang dari perusahaan Philip Morris International yang memiliki lebih dari 60 pabrik rokok di seluruh dunia, dan produknya telah dipasarkan ke sekitar 160 negara di dunia. Sebenarnya sebelum Philip Morris Indonesia berdiri pada tahun 1998 di Jawa Timur, brand Philip Morris International telah masuk ke Indonesia sejak tahun 1984 melalui persetujuan lisensi dengan perusahaan lokal di Indonesia. Dengan berdirinya Philip Morris Indonesia pada tahun 1998 itu, Philip Morris memegang kendali penuh pabrik rokok di Jawa Timur.


Minggu, 19 Juni 2016

Rothschild

Perusahaan ini memiliki sejarah yang panjang sekitar 200 tahun yang lalu. Kerajaan bisnis keluarga Rothschild ini pertama kali dibangun oleh Mayer Amschel Rothschild atau sering dipanggil Rothschild saja. Ia lahir pada tanggal 23 Februari 1743 di kota Frankfurt, Jerman. Sebelum kelahirannya, ayah Rothschild memang sudah dikenal sebagai seorang pebisnis yang berdagang sutera dan jasa penukaran uang.

Dunkin Donuts

Hampir semua orang kenal dengan bisnis waralaba Dunkin Donuts. Bisnis yang menjual donat sebagai produk utama ini telah menjamur begitu banyak di negeri ini. Mengunjungi dan mengkonsumsi makanan dan minuman Dunkin Donuts menjadi trend dan gengsi tersendiri bagi sebagian masyarakat. Adalah William Rosenberg, orang yang pertama kali mendirikan perusahaan Dunkin Donuts. Pebisnis asal Amerika Serikat ini lahir pada tanggal 10 Juni 1926 dan meninggal pada tanggal 20 September 2002. Ide untuk berjualan donat pertama kali didapatnya pada tahun 1940. Sebenarnya donat sendiri bukan makanan yang terlalu istimewa di mata masyarakat Amerika pada saat itu. Namun, Rosenberg mampu memodifikasi atau meramu sedemikian rupa sehingga donat menjadi makanan yang digandrungi masyarakat berbagai usia.

Baskin Robbins

Baskin Robbins (BR) adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang bisnis es krim yang dikembangkan dengan sistem franchise (waralaba) ke seluruh dunia. Bisnis ini berasal dari negara Amerika dan dalam waktu singkat telah menjadi perusahaan es krim yang hebat. Berdasarkan namanya, bisnis ini didirikan oleh Burton Baskin dan Irvine Robbins. Burton Baskin lahir pada tanggal 17 Desember 1913 di Illinois dan meninggal pada tanggal 24 Desember 1967 di California. Setelah lulus dari Universitas Illinois pada tahun 1935, ia menjadi prajurit angkatan laut AS. Tetapi, ia memutuskan keluar dari angkatan laut AS pada tahun 1946 dengan jabatan terakhir sebagai Letnan. Keputusan tersebut diambil karena ingin menjalankan bisnis sendiri. Ia mengembangkan bisnis pakaian dan kebutuhan pria milik ayahnya di kota Chicago. Sebelum keluar dari angkatan laut AS, Burton menikahi Shirley Robbins, adik Irvine Robbins pada tahun 1942.

Sementara itu, Irvine Robbins lahir pada tanggal 6 Desember 1917 di Canada dan meninggal pada tanggal 5 Mei 2008. Serupa dengan Burton Baskin, setelah lulus dari Universitas Washington, Irvine Robbins masuk ke angkatan bersenjata AS. Pada tahun 1946, Robbins juga keluar dari angkatan bersenjata AS. Setelah keluar dari angkatan bersenjata, Robbins membuka gerai es krim dengan nama Snowbird Ice Cream pada tanggal 7 Desember 1945 di Glendale, California. Ia belajar membuat dan berbisnis es krim dari ayahnya, Aaron Robbins. Sebelumnya, Aaron Robbins telah memiliki sebuah toko es krim bernama The Olympic Store di kota Washington.

Tidak lama setelah membuka gerai es krim pertamanya, Robbins mengajak Burton untuk ikut berbisnis es krim dan meninggalkan bisnis pakaian pria. Robbins menganggap bisnis es krim lebih menguntungkan dan memiliki prospek yang cerah. Karena ajakan kakak iparnya ini, kemudian Burton membuka gerai es krim sendiri dengan nama Burton's Ice Cream di Pasadena, California. Dengan tekun dan sabar Burton Baskin dan Irvine Robbins menjalankan dan mengembangkan toko es krim masing-masing. Setelah dikelola dengan baik, ternyata bisnis es krim ini memberikan keuntungan besar dan prospek cerah yang melebihi perkiraan mereka sebelumnya. Hanya dalam waktu dua tahun, telah berdiri sebanyak 5 gerai Snowbird Ice Cream dan 3 gerai Burton's Ice Cream di beberapa kota. Masing-masing pebisnis es krim ini memiliki strategi tersendiri dalam memperbanyak gerainya dan memperluas bisnisnya. Mereka saling berbagi peluang dan pasar sehingga mereka memiliki daerah bisnis sendiri.

Setelah beberapa tahun berjalan, mereka menyadari bahwa sistem yang mereka terapkan ini tidak efektif dan efisien. Mereka terlalu sibuk mengurusi bisnis es krim masing-masing sehingga sedikit waktu yang digunakan untuk urusan lain. Mereka juga kewalahan mengurusi gerai es krim yang lebih dari satu. Jika gerai es krim mereka terus meningkat jumlahnya dan tersebar di berbagai kota, maka mereka semakin sulit untuk mengendalikannya. Pada akhir tahun 1949 telah terdapat 43 gerai es krim milik mereka. Oleh karena itu, pada tahun 1953 kedua nama gerai tersebut digabung menjadi satu nama yaitu Baskin Robbins dan pengurusannya juga dijadikan satu. Tidak hanya menggabungkan bisnis, mereka juga menerapkan sistem bisnis baru yaitu sistem franchise (waralaba). Dengan sistem ini bisnis mereka berkembang lebih cepat tanpa harus bersusah payah untuk mengontrolnya. Pada dasarnya sistem ini juga memberi kesempatan bagi orang lain untuk ikut bergelut dalam bisnis es krim. Bagi para pebisnis yang ingin menjalankan bisnis es krim dengan brand Baskin Robbins yang makin terkenal, mereka cukup membayar uang muka untuk brand dan memberikan royalti keuntungan setelah bisnis sudah berjalan. Semua resep rahasia dan cita rasa berasal dari perusahaan Baskin Robbins induk.

Pada awalnya Baskin Robbins memiliki 21 macam rasa es krim dan kemudian bertambah menjadi 31 macam rasa. Setiap tahun selalu ada penambahan macam rasa es krim. Sampai saat ini telah terdapat ratusan atau mungkin telah ada 1000 macam rasa. Pemilihan sistem franchise (waralaba) oleh Baskin dan Robbins ternyata sangat tepat. Bisnis mereka terus berkembang pesat di berbagai wilayah. Pada tahun 1960 telah terdapat lebih dari 100 gerai es krim Baskin Robbins, dan pada tahun 1967 telah lebih dari 500 gerai.

Di tengah-tengah perkembangan bisnisnya, Baskin dan Robbins melegalkan bisnisnya menjadi Baskin Robbins, Inc. pada tanggal 26 November 1962. Pertumbuhan gerai es krim Baskin Robbins seperti deret ukur, terus meningkat dengan berlipat ganda. Hingga kini telah terdapat lebih dari 5.800 gerai es krim Baskin Robbins yang tersebar di seluruh dunia, salah satunya Indonesia. Jumlah ini pun masih akan terus berkembang mengingat bisnis es krim memiliki prospek pasar yang tetap menjanjikan.

Di Indonesia banyak terdapat gerai es krim Baskin Robbins. Bisnis waralaba Baskin Robbins hadir di negeri ini pada tahun 1991 dalam tanggung jawab PT Naryadelta Prathana, dengan outlet perdananya di Plaza Indonesia. Dalam selang waktu yang singkat, gerai kedua dibuka di Blok M Plaza. Pemegang lisensi brand Baskin Robbins di Indonesia menetapkan uang muka (entry fee) kurang lebih sebesar 200 juta, kemudian ditambah dengan biaya lain sehingga total investasi yang harus ditanamkan kurang lebih sebesar 300 juta. Selain itu ada juga pembagian keuntungan berupa royalti sebesar 1% dan biaya periklanan sebesar 4%. Perusahaan induk Baskin Robbins di Indonesia juga memberikan dukungan berupa pelatihan dan manajemen, sehingga pewaralaba tidak terlalu repot dan sibuk sendiri mengurusi gerainya. Sama seperti di negeri asalnya, bisnis es krim Baskin Robbins terus meningkat pesat dengan sistem waralaba. Sampai saat ini ada lebih dari 58 gerai es krim Baskin Robbins yang tersebar di berbagai kota.