Senin, 20 Juni 2016

Microsoft Corporation

Perusahaan Microsoft didirikan oleh William Henry Gates III atau yang lebih dikenal dengan nama Bill Gates, lahir pada tanggal 28 Oktober 1955 di Seattle, Washington, Amerika Serikat. Ayahnya, William Henry Gates II adalah seorang pengacara terkenal di kota tersebut. Sedangkan ibunya yang bernama Mary Maxwell adalah seorang direktur di salah satu perusahaan swasta ternama di kota itu juga.

Oracle

Kata Oracle sudah tidak asing lagi terdengar di telinga para pengguna dan pecinta perangkat lunak (software) khususnya yang berkenaan dengan sistem data (database).

Google

Google adalah sebuah perusahaan mesin pencari (search engine) yang ada dalam dunia internet. Perusahaan ini didirikan pada tahun 1998, yang tidak terlepas dari dua orang mahasiswa Ph.D yang saat itu kuliah di universitas Stanford. Kedua mahasiswa itu bernama Larry Page dan Sergey Brin. Orang pertama yaitu Larry Page, memiliki nama asli Lawrence Edward Page dan lahir pada tanggal 26 Maret 1973 di Michigan, Amerika Serikat. Orang inilah yang pertama kali mempunyai ide untuk membuat mesin pencari google.

Philip Morris

Philip Morris Indonesia merupakan cabang dari perusahaan Philip Morris International yang memiliki lebih dari 60 pabrik rokok di seluruh dunia, dan produknya telah dipasarkan ke sekitar 160 negara di dunia. Sebenarnya sebelum Philip Morris Indonesia berdiri pada tahun 1998 di Jawa Timur, brand Philip Morris International telah masuk ke Indonesia sejak tahun 1984 melalui persetujuan lisensi dengan perusahaan lokal di Indonesia. Dengan berdirinya Philip Morris Indonesia pada tahun 1998 itu, Philip Morris memegang kendali penuh pabrik rokok di Jawa Timur.


Minggu, 19 Juni 2016

Rothschild

Perusahaan ini memiliki sejarah yang panjang sekitar 200 tahun yang lalu. Kerajaan bisnis keluarga Rothschild ini pertama kali dibangun oleh Mayer Amschel Rothschild atau sering dipanggil Rothschild saja. Ia lahir pada tanggal 23 Februari 1743 di kota Frankfurt, Jerman. Sebelum kelahirannya, ayah Rothschild memang sudah dikenal sebagai seorang pebisnis yang berdagang sutera dan jasa penukaran uang.

Dunkin Donuts

Hampir semua orang kenal dengan bisnis waralaba Dunkin Donuts. Bisnis yang menjual donat sebagai produk utama ini telah menjamur begitu banyak di negeri ini. Mengunjungi dan mengkonsumsi makanan dan minuman Dunkin Donuts menjadi trend dan gengsi tersendiri bagi sebagian masyarakat. Adalah William Rosenberg, orang yang pertama kali mendirikan perusahaan Dunkin Donuts. Pebisnis asal Amerika Serikat ini lahir pada tanggal 10 Juni 1926 dan meninggal pada tanggal 20 September 2002. Ide untuk berjualan donat pertama kali didapatnya pada tahun 1940. Sebenarnya donat sendiri bukan makanan yang terlalu istimewa di mata masyarakat Amerika pada saat itu. Namun, Rosenberg mampu memodifikasi atau meramu sedemikian rupa sehingga donat menjadi makanan yang digandrungi masyarakat berbagai usia.

Baskin Robbins

Baskin Robbins (BR) adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang bisnis es krim yang dikembangkan dengan sistem franchise (waralaba) ke seluruh dunia. Bisnis ini berasal dari negara Amerika dan dalam waktu singkat telah menjadi perusahaan es krim yang hebat. Berdasarkan namanya, bisnis ini didirikan oleh Burton Baskin dan Irvine Robbins. Burton Baskin lahir pada tanggal 17 Desember 1913 di Illinois dan meninggal pada tanggal 24 Desember 1967 di California. Setelah lulus dari Universitas Illinois pada tahun 1935, ia menjadi prajurit angkatan laut AS. Tetapi, ia memutuskan keluar dari angkatan laut AS pada tahun 1946 dengan jabatan terakhir sebagai Letnan. Keputusan tersebut diambil karena ingin menjalankan bisnis sendiri. Ia mengembangkan bisnis pakaian dan kebutuhan pria milik ayahnya di kota Chicago. Sebelum keluar dari angkatan laut AS, Burton menikahi Shirley Robbins, adik Irvine Robbins pada tahun 1942.

Sementara itu, Irvine Robbins lahir pada tanggal 6 Desember 1917 di Canada dan meninggal pada tanggal 5 Mei 2008. Serupa dengan Burton Baskin, setelah lulus dari Universitas Washington, Irvine Robbins masuk ke angkatan bersenjata AS. Pada tahun 1946, Robbins juga keluar dari angkatan bersenjata AS. Setelah keluar dari angkatan bersenjata, Robbins membuka gerai es krim dengan nama Snowbird Ice Cream pada tanggal 7 Desember 1945 di Glendale, California. Ia belajar membuat dan berbisnis es krim dari ayahnya, Aaron Robbins. Sebelumnya, Aaron Robbins telah memiliki sebuah toko es krim bernama The Olympic Store di kota Washington.

Tidak lama setelah membuka gerai es krim pertamanya, Robbins mengajak Burton untuk ikut berbisnis es krim dan meninggalkan bisnis pakaian pria. Robbins menganggap bisnis es krim lebih menguntungkan dan memiliki prospek yang cerah. Karena ajakan kakak iparnya ini, kemudian Burton membuka gerai es krim sendiri dengan nama Burton's Ice Cream di Pasadena, California. Dengan tekun dan sabar Burton Baskin dan Irvine Robbins menjalankan dan mengembangkan toko es krim masing-masing. Setelah dikelola dengan baik, ternyata bisnis es krim ini memberikan keuntungan besar dan prospek cerah yang melebihi perkiraan mereka sebelumnya. Hanya dalam waktu dua tahun, telah berdiri sebanyak 5 gerai Snowbird Ice Cream dan 3 gerai Burton's Ice Cream di beberapa kota. Masing-masing pebisnis es krim ini memiliki strategi tersendiri dalam memperbanyak gerainya dan memperluas bisnisnya. Mereka saling berbagi peluang dan pasar sehingga mereka memiliki daerah bisnis sendiri.

Setelah beberapa tahun berjalan, mereka menyadari bahwa sistem yang mereka terapkan ini tidak efektif dan efisien. Mereka terlalu sibuk mengurusi bisnis es krim masing-masing sehingga sedikit waktu yang digunakan untuk urusan lain. Mereka juga kewalahan mengurusi gerai es krim yang lebih dari satu. Jika gerai es krim mereka terus meningkat jumlahnya dan tersebar di berbagai kota, maka mereka semakin sulit untuk mengendalikannya. Pada akhir tahun 1949 telah terdapat 43 gerai es krim milik mereka. Oleh karena itu, pada tahun 1953 kedua nama gerai tersebut digabung menjadi satu nama yaitu Baskin Robbins dan pengurusannya juga dijadikan satu. Tidak hanya menggabungkan bisnis, mereka juga menerapkan sistem bisnis baru yaitu sistem franchise (waralaba). Dengan sistem ini bisnis mereka berkembang lebih cepat tanpa harus bersusah payah untuk mengontrolnya. Pada dasarnya sistem ini juga memberi kesempatan bagi orang lain untuk ikut bergelut dalam bisnis es krim. Bagi para pebisnis yang ingin menjalankan bisnis es krim dengan brand Baskin Robbins yang makin terkenal, mereka cukup membayar uang muka untuk brand dan memberikan royalti keuntungan setelah bisnis sudah berjalan. Semua resep rahasia dan cita rasa berasal dari perusahaan Baskin Robbins induk.

Pada awalnya Baskin Robbins memiliki 21 macam rasa es krim dan kemudian bertambah menjadi 31 macam rasa. Setiap tahun selalu ada penambahan macam rasa es krim. Sampai saat ini telah terdapat ratusan atau mungkin telah ada 1000 macam rasa. Pemilihan sistem franchise (waralaba) oleh Baskin dan Robbins ternyata sangat tepat. Bisnis mereka terus berkembang pesat di berbagai wilayah. Pada tahun 1960 telah terdapat lebih dari 100 gerai es krim Baskin Robbins, dan pada tahun 1967 telah lebih dari 500 gerai.

Di tengah-tengah perkembangan bisnisnya, Baskin dan Robbins melegalkan bisnisnya menjadi Baskin Robbins, Inc. pada tanggal 26 November 1962. Pertumbuhan gerai es krim Baskin Robbins seperti deret ukur, terus meningkat dengan berlipat ganda. Hingga kini telah terdapat lebih dari 5.800 gerai es krim Baskin Robbins yang tersebar di seluruh dunia, salah satunya Indonesia. Jumlah ini pun masih akan terus berkembang mengingat bisnis es krim memiliki prospek pasar yang tetap menjanjikan.

Di Indonesia banyak terdapat gerai es krim Baskin Robbins. Bisnis waralaba Baskin Robbins hadir di negeri ini pada tahun 1991 dalam tanggung jawab PT Naryadelta Prathana, dengan outlet perdananya di Plaza Indonesia. Dalam selang waktu yang singkat, gerai kedua dibuka di Blok M Plaza. Pemegang lisensi brand Baskin Robbins di Indonesia menetapkan uang muka (entry fee) kurang lebih sebesar 200 juta, kemudian ditambah dengan biaya lain sehingga total investasi yang harus ditanamkan kurang lebih sebesar 300 juta. Selain itu ada juga pembagian keuntungan berupa royalti sebesar 1% dan biaya periklanan sebesar 4%. Perusahaan induk Baskin Robbins di Indonesia juga memberikan dukungan berupa pelatihan dan manajemen, sehingga pewaralaba tidak terlalu repot dan sibuk sendiri mengurusi gerainya. Sama seperti di negeri asalnya, bisnis es krim Baskin Robbins terus meningkat pesat dengan sistem waralaba. Sampai saat ini ada lebih dari 58 gerai es krim Baskin Robbins yang tersebar di berbagai kota.

Sabtu, 18 Juni 2016

Carrefour

Carrefour adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang retail dan membangun ratusan pasar swalayan di seluruh dunia. Perusahaan ini berasal dari benua Eropa, tepatnya negara Perancis. Carrefour menjadi perusahaan retail terbesar nomor dua setelah Wal Mart. Perusahaan ini didirikan oleh Marcel Fournier dan Denis Defforey pada tahun 1957. Secara resmi pasar swalayan Carrefour pertama kali beroperasi pada tanggal 3 Juni 1957 di pinggir kota Annecy, Perancis. Pasar swalayan pertama ini ukurannya masih terbilang kecil, bahkan gerai ini adalah gerai terkecil diantara gerai-gerai Carrefour yang lain di seluruh dunia. Meskipun begitu, pembukaan pasar swalayan pertama itu membuahkan hasil yang baik. Respon masyarakat Perancis ketika itu pun sangat antusias menanggapinya.

Perkembangan bisnis Carrefour yang bagus itu membuat perusahaan ini mampu mendirikan hypermarket dalam waktu relatif cepat. Hypermarket Carrefour yang pertama diresmikan pada tanggal 15 Juni 1963, kurang lebih enam tahun setelah pendirian perusahaan Carrefour. Semakin hari perkembangan bisnis Carrefour terlihat semakin tumbuh dan memiliki prospek bisnis yang menjanjikan. Salah satu faktor utama perkembangan ini adalah manajemen bisnis yang baik yang diterapkan oleh Carrefour. Oleh karena itu sangat wajar bila dalam jangka waktu relatif singkat, gerai Carrefour tumbuh di mana-mana. Hypermarket Carrefour telah tersebar ke seluruh pelosok dunia, mulai dari benua Eropa hingga ke Asia. Bahkan bisnis retail ini telah menjamur di Indonesia, di kota besar dan kota kecil lainnya. Selain bisnis pasar swalayan, perusahaan Carrefour yang berkantor pusat di Levallois-Perret, Perancis ini juga menjalankan bisnis di bidang optik, farmasi, pakaian, dan kosmetik.

Perusahaan Carrefour masuk dan mulai menjalankan bisnisnya di Indonesia pada tahun 1998. Di Indonesia bisnis Carrefour di bawah tanggung jawab PT Carrefour Indonesia. Pada bulan Oktober tahun itu, berdiri hypermarket Carrefour yang pertama di Jakarta. Krisis ekonomi yang menerpa Indonesia sepertinya tidak terlalu berdampak negatif pada perusahaan ini. Kekuatan modal dari perusahaan induk merupakan salah satu faktor utama yang membuat Carrefour dapat bertahan saat itu. Hingga kini telah terdapat lebih dari 40 hypermarket Carrefour yang tersebar di berbagai kota yaitu Jakarta, Bandung, Bekasi, Bogor, Denpasar, Makasar, Medan, Palembang, Semarang, Surabaya, dan Yogyakarta. Tetapi jika digabung dengan toko atau gerai kecil Carrefour, maka terdapat lebih dari 60 gerai yang tersebar di berbagai kota.

Perusahaan yang memiliki lebih dari 11.000 tenaga kerja di Indonesia ini akan terus menambah jumlah tenaga kerjanya seiring dengan penambahan gerainya. Sebagai perusahaan retail yang telah terkenal di Indonesia, Carrefour tidak hanya antusias dalam membuka gerai hypermarket saja, tetapi juga melakukan strategi pemasaran supaya dapat terus menarik konsumen dan mendapatkan keuntungan yang besar. Carrefour tidak pernah berhenti untuk berpromosi di setiap kesempatan seperti menjadi sponsor dalam berbagai event ataupun mengadakan event itu sendiri. Selain itu, perusahaan ini juga membangun sebuah institusi penelitian bernama Institut Carrefour Indonesia. Institut pelatihan Carrefour yang terbesar di Asia ini diresmikan pada tanggal 22 September 2008. Institut ini dibangun untuk melatih sumber daya manusia Carrefour mulai dari direktur, manajer, hingga tenaga kerja level bawah lainnya.

Hal yang menarik dari Carrefour adalah harga yang miring, produk yang bermacam-macam, dan tempat yang nyaman. Ketiga faktor utama inilah yang membuat para konsumen sering datang ke Carrefour untuk berbelanja. Di antara ketiga faktor tersebut yang paling menonjol adalah tersedianya berbagai macam produk, mulai dari barang kebutuhan rumah tangga hingga barang-barang mewah berteknologi tinggi, dari produk kebutuhan bayi hingga produk kebutuhan lansia, semuanya ada di hypermarket Carrefour. Bahkan pulsa telepon seluler dari berbagai provider dan tiket pesawat juga disediakan di hypermarket ini.

Namun di sisi lain, sepak terjang Carrefour memberikan dampak negatif bagi para distributor dan pebisnis retail khususnya retail kelas menengah ke bawah. Pasalnya Carrefour telah memutus rantai distribusi produk karena langsung mendistribusikan produk dari produsen ke konsumen. Ini akan menyingkirkan para distributor dari jalur distribusi yang ada. Kehadiran Carrefour yang semakin kuat juga membuat para pebisnis retail lainnya mengalami penurunan keuntungan yang drastis, bahkan beberapa di antaranya terancam bangkrut. Hal ini disebabkan para pebisnis retail skala menengah ke bawah itu kalah bersaing dengan Carrefour yang semula menjalankan bisnis retail di skala yang paling besar yaitu hypermarket.

Dell Incorporation

Dell adalah salah satu perusahaan perangkat keras komputer ternama dunia. Perusahaan ini menjual PC (personal computer), laptop, monitor, dan barang elektronik lainnya. Perusahaan ini didirikan oleh Michael Dell asal Amerika Serikat pada tahun 1984 dengan modal yang tidak besar. Hanya dengan modal 1.000 dolar, Michael berani mendirikan perusahaan komputer ini dengan nama PC Limited. Rintisan bisnis komputer ini pertama kali ia lakukan saat masih berada di bangku kuliah di Universitas Texas. Sambil berkuliah, ia menjajakan dan menjual komputer langsung kepada konsumen akhir. Namun, statusnya sebagai mahasiswa tidak berlangsung lama. Michael memutuskan untuk berhenti kuliah dan fokus pada bisnis yang sedang dijalankannya. Hal ini dilakukannya supaya bisnisnya dapat dikelola dengan waktu penuh sehingga berkembang dengan cepat. Oleh karena itu, Michael berani meminjam uang sebesar 300.000 dolar kepada keluarganya sebagai modal tambahan untuk memajukan perusahaan komputer yang baru dirintisnya.

Pada tahun pertamanya, PC Limited telah mampu menjual banyak komputer senilai 73 juta dolar. Pendapatan yang cukup mengagumkan ini adalah bukti awal dari imperium bisnis Michael Dell di dunia perangkat keras komputer. Setahun setelah pendiriannya, PC Limited mulai mencoba memproduksi komputer dengan desain sendiri. Produk komputer dengan design sendiri ini memiliki brand "Turbo PC" dan dijual dengan harga 795 dolar per unit. Penjualan komputer perdana dari PC Limited ini menuai hasil yang cukup memuaskan. Sejak saat ini, konsumen mulai banyak yang tertarik dengan produk-produk PC Limited. Selain itu, langkah untuk memproduksi komputer dengan brand sendiri membuat perusahaan ini semakin dilirik pemodal dan pebisnis komputer lainnya. Mereka tidak bisa memandang sebelah mata terhadap sepak terjang bisnis Michael Dell. Sebagian pebisnis menganggap PC Limited sebagai partner yang dapat diajak kerjasama, sebagian lain menganggap PC Limited merupakan pesaing yang harus diwaspadai.

Kemudian pada tahun 1988, PC Limited berganti nama menjadi Dell Computer Corporation (DCC). Semakin hari sepak terjang perusahaan ini begitu terlihat mengagumkan. Perkembangan kinerja dan produk dengan nama baru DCC ini juga semakin baik. Di samping itu tentu saja Michael Dell mendapatkan keuntungan yang sangat bagus dari bisnisnya ini. Suatu hal yang wajar bila keberhasilan ini menarik perhatian banyak pihak termasuk media massa. Pada tahun 1992, majalah Fortune memperhatikan perusahaan ini dengan seksama. Pada tahun tersebut, majalah ini memasukkan DCC ke dalam daftar 500 perusahaan terbesar di dunia. Liputan media massa ini memberikan tambahan keuntungan tersendiri bagi perusahaan maupun sosok Michael Dell. Liputan majalah Fortune tersebut semakin mengangkat pamor Michael bersama dengan perusahaannya.


Namun demikian, sorotan media massa ini bukan merupakan suatu hal yang sangat penting bagi DCC. Apapun yang terjadi, Michael harus tetap mengembangkan perusahaannya dengan cara seperti seorang pebisnis, bukan artis. Baginya, tujuan terpenting adalah bagaimana menjadikan DCC sebagai perusahaan komputer nomor satu di dunia. Ambisi ini sudah mulai dibuktikannya pada tahun 1999 silam dengan mengambil alih perusahaan komputer Compaq, pesaingnya selama ini. Pengambilalihan ini membuat DCC menjadi perusahaan penjual komputer desktop terbesar di Amerika Serikat dengan nilai pendapatan sebesar 25 milyar dolar di bulan Januari 2000. Meski hanya bertaraf lokal, tetapi itu adalah prestasi yang mengagumkan. Prestasi tersebut juga menambah motivasi perusahaan ini untuk dapat menjadi lebih baik lagi. Prestasi tersebut semakin menguatkan DCC untuk menjadi perusahaan komputer nomor satu di jagad ini.


Pada tahun 2003, para pemegang saham sepakat untuk mengganti nama perusahaan menjadi Dell Incorporation (Dell Inc) dan sering disingkat dengan perusahaan Dell saja. Perubahan nama ini tidak membuat Dell kehilangan kepiawaiannya bergelut di bidang bisnis teknologi komputer. Justru sebaliknya, Dell memiliki prestasi yang semakin baik dari tahun ke tahun. Hal ini terbukti dengan hasil penilaian beberapa media massa, salah satunya adalah media cetak bernama majalah Fortune. Bila dahulu majalah ini memasukkan Dell ke dalam daftar 500 perusahaan terbaik, kali ini majalah Fortune menilai Dell dengan jauh lebih baik. Dalam survei majalah tersebut, Dell menempati urutan pertama dalam daftar "Perusahaan Paling Mengagumkan" pada tahun 2005. Setahun setelah itu, tepatnya pertengahan tahun 2006, Dell berhasil merebut pangsa pasar komputer sebesar 19% dari seluruh pangsa pasar komputer seluruh dunia. Presentase itu lebih tinggi dari presentase yang didapat oleh perusahaan komputer Hewlett-Packard (HP). Perusahaan pesaing Dell ini hanya mendapat 15% dari seluruh pangsa pasar komputer yang ada.

Akhir tahun 2006, Dell mengumumkan akan mengganti prosesor intel dengan prosesor AMD dalam setiap produk yang akan diluncurkannya. Sebelumnya Dell memang konsisten menggunakan prosesor dengan brand Intel. Setelah tahun 2006 itu, Dell tidak hanya akan menggunakan prosesor AMD saja, lebih jauh lagi Dell berencana akan terus melakukan penelitian dan pengembangan prosesor AMD untuk meningkatkan kinerja dan performa prosesor tersebut sehingga dapat bersaing di pasar internasional.

Kini, Dell yang berkantor pusat di Round Rock, Texas itu mengaku telah mempekerjakan kurang lebih 82.700 karyawan yang tersebar di berbagai negara. Termasuk dalam jumlah tersebut para pejabat tinggi perusahaan dan para peneliti yang bekerja untuk Dell. Selain komputer desktop dan laptop (notebook), Dell juga menjual perangkat keras lainnya seperti server, memori penyimpan data, perangkat lunak (software), televisi LCD, TV Plasma, proyektor, monitor, dan lain-lain. Penjualan berbagai produk ini diambil sebagai langkah diversifikasi produk yang ditempuh oleh Dell. Setiap produk yang dikeluarkan oleh Dell memiliki brand berbeda sesuai dengan segmen pasar yang dituju. Segmen pasar dan produk yang dikeluarkan di antaranya:


1. Segmen bisnis atau perusahaan. Segmen ini mempunyai slogan tahan lama, tahan uji, dan pelayanan yang baik. Produk-produk pada segmen ini yaitu:
  • OptiPlex - komputer desktop untuk kantor perusahaan besar
  • Vostro - notebook dan desktop untuk bisnis kecil
  • n Series - komputer desktop dan notebook dengan sistem operasi Linux atau FreeDOS
  • Latitude - notebook khusus komersial
  • Precision - notebook dengan sistem stasiun kerja (workstation) dan performa tinggi
  • PowerEdge - server untuk bisnis
  • PowerVault - Network-Attached Storage (NAS)
  • PowerConnect - switch jaringan
  • Dell EMC - Storage Area Networks (SANs)


2. Segmen konsumen tunggal (kantor dan rumahan). Segmen ini menekankan pada harga, performa, dan pengembangan (upgrade). Produk-produk pada segmen ini yaitu:

  • Inspiron - laptop dan desktop
  • Studio - laptop dan desktop hibrida
  • XPS - laptop dengan performa tinggi
  • Studio XPS - sistem dengan kapasitas multimedia
  • Alienware (XPS Extreme) - performa tinggi untuk permainan (games)


Seperti diketahui, sepak terjang bisnis Dell juga telah sampai ke seluruh benua termasuk Asia. Apalagi wilayah Asia merupakan pasar yang sangat potensial bagi produk berteknologi serupa Dell. Jumlah penduduk yang besar dan sifat konsumtif masyarakatnya, membuat Asia menjadi pasar utama bagi produk-produk Dell. Negara yang pertama kali dijadikan kepanjangan tangan perusahaan ini adalah negara Malaysia. Di negara rumpun melayu ini, Dell membangun kantor cabang dan pabrik di kota Penang pada tahun 1995. Lewat negara Malaysia, Dell berusaha melayani permintaan konsumen yang ada di wilayah Asia Pasifik. Semua yang berhubungan dengan produk-produk Dell untuk Asia Pasifik dikendalikan di sini.

Ternyata masyarakat Asia Pasifik memberikan respon yang cukup baik terhadap produk-produk buatan Dell. Permintaan terhadap produk-produk Dell pun kian tahun kian meningkat. Permintaan konsumen yang terus bertambah ini membuat Dell harus membuka kantor dan pabrik yang dapat membantu kantor dan pabrik yang ada di Malaysia. Oleh karena itu pada tahun 1999, perusahaan Dell membangun kantor cabang dan pabrik yang baru di kota Xiamen, China. Selanjutnya perusahaan Dell di kedua negara ini melayani pasar wilayah Asia. Semua produk Dell yang tersebar di negara-negara Asia termasuk Indonesia, didatangkan dari kedua negara tersebut. Terkadang juga didatangkan dari Amerika atau Eropa melalui perusahaan Dell di kedua negara itu, kemudian masuk ke negara-negara Asia lainnya.

Indonesia merupakan salah satu negara di Asia yang paling diincar oleh Dell karena jumlah penduduknya yang besar dan kebutuhan teknologi komputer yang masih tinggi di negara ini. Hal ini ditegaskan langsung oleh Presiden perusahaan Dell, Steve Felice yang mengatakan bahwa Indonesia adalah kunci bagi perkembangan dan kemajuan Dell di Asia. Dell melihat jumlah penduduk di negara ini hampir setara dengan jumlah populasi di benua Eropa. Dengan demikian, negara ini masih menjadi pasar yang menjanjikan bagi produk-produk Dell.

Ketika datang ke Indonesia, Dell langsung mengincar dan menggenjot penjualan di segmen pasar korporasi (perusahaan). Produk-produk Dell yang ditawarkan di Indonesia meliputi server, memori, laptop, komputer desktop, software, dan sebagainya. Strategi ini ternyata sangat jitu dalam menguasai pangsa pasar yang besar di Indonesia. Awal tahun 2008, Dell mampu merebut 24% pangsa pasar korporasi yang membuatnya menjadi pemimpin pada segmen ini.

Pertumbuhan bisnis Dell di Indonesia juga sangat baik, bahkan mengungguli pertumbuhan bisnisnya di negara-negara Asia Pasifik yang lain. Sampai saat ini Dell telah mendirikan kurang lebih 8 kantor pemasaran yang tersebar di berbagai kota, dengan kantor pemasaran terbaru di Jakarta pada tahun 2008.