Sabtu, 18 Juni 2016

Carrefour

Carrefour adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang retail dan membangun ratusan pasar swalayan di seluruh dunia. Perusahaan ini berasal dari benua Eropa, tepatnya negara Perancis. Carrefour menjadi perusahaan retail terbesar nomor dua setelah Wal Mart. Perusahaan ini didirikan oleh Marcel Fournier dan Denis Defforey pada tahun 1957. Secara resmi pasar swalayan Carrefour pertama kali beroperasi pada tanggal 3 Juni 1957 di pinggir kota Annecy, Perancis. Pasar swalayan pertama ini ukurannya masih terbilang kecil, bahkan gerai ini adalah gerai terkecil diantara gerai-gerai Carrefour yang lain di seluruh dunia. Meskipun begitu, pembukaan pasar swalayan pertama itu membuahkan hasil yang baik. Respon masyarakat Perancis ketika itu pun sangat antusias menanggapinya.

Perkembangan bisnis Carrefour yang bagus itu membuat perusahaan ini mampu mendirikan hypermarket dalam waktu relatif cepat. Hypermarket Carrefour yang pertama diresmikan pada tanggal 15 Juni 1963, kurang lebih enam tahun setelah pendirian perusahaan Carrefour. Semakin hari perkembangan bisnis Carrefour terlihat semakin tumbuh dan memiliki prospek bisnis yang menjanjikan. Salah satu faktor utama perkembangan ini adalah manajemen bisnis yang baik yang diterapkan oleh Carrefour. Oleh karena itu sangat wajar bila dalam jangka waktu relatif singkat, gerai Carrefour tumbuh di mana-mana. Hypermarket Carrefour telah tersebar ke seluruh pelosok dunia, mulai dari benua Eropa hingga ke Asia. Bahkan bisnis retail ini telah menjamur di Indonesia, di kota besar dan kota kecil lainnya. Selain bisnis pasar swalayan, perusahaan Carrefour yang berkantor pusat di Levallois-Perret, Perancis ini juga menjalankan bisnis di bidang optik, farmasi, pakaian, dan kosmetik.

Perusahaan Carrefour masuk dan mulai menjalankan bisnisnya di Indonesia pada tahun 1998. Di Indonesia bisnis Carrefour di bawah tanggung jawab PT Carrefour Indonesia. Pada bulan Oktober tahun itu, berdiri hypermarket Carrefour yang pertama di Jakarta. Krisis ekonomi yang menerpa Indonesia sepertinya tidak terlalu berdampak negatif pada perusahaan ini. Kekuatan modal dari perusahaan induk merupakan salah satu faktor utama yang membuat Carrefour dapat bertahan saat itu. Hingga kini telah terdapat lebih dari 40 hypermarket Carrefour yang tersebar di berbagai kota yaitu Jakarta, Bandung, Bekasi, Bogor, Denpasar, Makasar, Medan, Palembang, Semarang, Surabaya, dan Yogyakarta. Tetapi jika digabung dengan toko atau gerai kecil Carrefour, maka terdapat lebih dari 60 gerai yang tersebar di berbagai kota.

Perusahaan yang memiliki lebih dari 11.000 tenaga kerja di Indonesia ini akan terus menambah jumlah tenaga kerjanya seiring dengan penambahan gerainya. Sebagai perusahaan retail yang telah terkenal di Indonesia, Carrefour tidak hanya antusias dalam membuka gerai hypermarket saja, tetapi juga melakukan strategi pemasaran supaya dapat terus menarik konsumen dan mendapatkan keuntungan yang besar. Carrefour tidak pernah berhenti untuk berpromosi di setiap kesempatan seperti menjadi sponsor dalam berbagai event ataupun mengadakan event itu sendiri. Selain itu, perusahaan ini juga membangun sebuah institusi penelitian bernama Institut Carrefour Indonesia. Institut pelatihan Carrefour yang terbesar di Asia ini diresmikan pada tanggal 22 September 2008. Institut ini dibangun untuk melatih sumber daya manusia Carrefour mulai dari direktur, manajer, hingga tenaga kerja level bawah lainnya.

Hal yang menarik dari Carrefour adalah harga yang miring, produk yang bermacam-macam, dan tempat yang nyaman. Ketiga faktor utama inilah yang membuat para konsumen sering datang ke Carrefour untuk berbelanja. Di antara ketiga faktor tersebut yang paling menonjol adalah tersedianya berbagai macam produk, mulai dari barang kebutuhan rumah tangga hingga barang-barang mewah berteknologi tinggi, dari produk kebutuhan bayi hingga produk kebutuhan lansia, semuanya ada di hypermarket Carrefour. Bahkan pulsa telepon seluler dari berbagai provider dan tiket pesawat juga disediakan di hypermarket ini.

Namun di sisi lain, sepak terjang Carrefour memberikan dampak negatif bagi para distributor dan pebisnis retail khususnya retail kelas menengah ke bawah. Pasalnya Carrefour telah memutus rantai distribusi produk karena langsung mendistribusikan produk dari produsen ke konsumen. Ini akan menyingkirkan para distributor dari jalur distribusi yang ada. Kehadiran Carrefour yang semakin kuat juga membuat para pebisnis retail lainnya mengalami penurunan keuntungan yang drastis, bahkan beberapa di antaranya terancam bangkrut. Hal ini disebabkan para pebisnis retail skala menengah ke bawah itu kalah bersaing dengan Carrefour yang semula menjalankan bisnis retail di skala yang paling besar yaitu hypermarket.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar